Dalam artikel Empat Konsep Penting Ferdinand de Saussure, telah disinggung sedikit tentang hubungan sintagmatik dan paradigmatik. Salah satu konsep dikotomis yang dikemukakan de Saussure ini merupakan salah satu konsep perlu dipahami. Mengapa? Karena menurutnya, bentuk-bentuk bahasa dapat diuraikan secara cermat dengan meneliti hubungan paradigmatik dan hubungan sintagmatik dalam bahasa.
Hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan. Menurut Kridalaksana, hubungan sintagmatik ini bersifat linear. Misalnya dalam kalimat "Saya menulis artikel", terdapat hubungan sintagmatik antara saya, menulis dan artikel dalam pola kalimat SPO (Subyek - Predikat - Obyek).
Sedangkan hubungan paradigmatik, menurut Kridalaksana, merupakan hubungan antara unsur-unsur bahasa dalam tataran tertentu dengan unsur-unsur lain di luar tataran itu yang dapat dipertukarkan. Dalam kalimat di atas "Saya menulis artikel" kata "Saya" dapat dipertukarkan dengan kalimat sejenis. Karena unsur kata "Saya" merupakan kata benda dan hidup (animate) yang berfungsi sebagai subyek dalam kalimat tersebut, maka kata "saya" dapat dipertukarkan dengan kata "adik", "Budi", atau "Orang" itu.
Senada dengan pemaham di atas, Jakobson muncul dengan istilah "axis" (poros) yang artinya hubungan. Dua poros tersebut adalah poros sintagmatik dan poros paradigmatik. Dapat dikatakan bahwa poros sintagmatik merupakan poros horisontal, sedangkan poros paradigmatik merupakan poros vertikal. Kita bisa memerikan penjelasan ini dengan gambar:
Keterangan
X: poros sintagmatik
Y: poros paradigmatik
de Saussure memperjelas gagasannya dengan memberi analogi sebuah tiang bangunan. Tiang itu berhubungan satu sama lain dan dengan bagian lain dari bangunan (secara sintagmatik) dan berhubungan dengan jenis tiang lain yang bisa saja dipergunakan atau dipertukarkan (paradigmatik). Pemahaman tersebut bisa diterapkan dalam contoh berikut ini.
| Paradigmatik (vertikal) | Paradigmatik (vertikal) | Paradigmatik (vertikal) | -------------------- |
| Saya | menulis | artikel | Sintagmatik (horisontal) |
| Ibu | membaca | surat | Sintagmatik (horisontal) |
| Orang itu | membeli | buku | Sintagmatik (horisontal) |
Referensi
De Saussure, Ferdinand. 1966. Course in General Linguistics. New York, Toronto, London: McGraw-Hill Book Company.
Rahardjo, Mudjia. Ferdinand de Sussure: Bapak Linguistik Modern dan Pelopor Strukturalisme. Jurnal Lingua UIN Malang.
Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta
Hoed, Benny H. 2011. Semiotik: Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Gramedia.
Add new comment