Ferdinand de Saussure | Bahasa, Linguistik, Filsafat

Error message

  • Warning: Illegal string offset '#type' in drupal_add_html_head() (line 295 of /home/bahasaku/public_html/includes/common.inc).
  • Warning: Illegal string offset 'field' in DatabaseCondition->__clone() (line 1817 of /home/bahasaku/public_html/includes/database/query.inc).
  • Warning: Illegal string offset 'field' in DatabaseCondition->__clone() (line 1817 of /home/bahasaku/public_html/includes/database/query.inc).
  • Warning: Illegal string offset 'field' in DatabaseCondition->__clone() (line 1817 of /home/bahasaku/public_html/includes/database/query.inc).
  • Warning: Illegal string offset 'field' in DatabaseCondition->__clone() (line 1817 of /home/bahasaku/public_html/includes/database/query.inc).

Ferdinand de Saussure

Linguistik tidak bisa dipisahkan dari tokoh yang bernama Ferdinand de Saussure. Pandangannya tidak hanya berakar dalam ilmu linguistik, tetapi  merambat ke dalam ilmu lainnya seperti antropologi, sejarah dan kritik sastra. Ferdinand de Saussure lahir di Genewa pada tanggal 26 November 1857 dari keluarga Protestan Perancis (Huguenot) yang beremigrasi dari daerah Lorraine ketika perang agama pada akhir abad ke-16.
 
Pada tahun 1870, ia masuk Institut Martine, di Paris. Dua tahun kemudian (1872), ia menulis “Essai sur les langues” yang ia persembahkan untuk ahli linguistik pujaan hatinya (yang menolong dia untuk masuk ke Institut Martine, Paris), yakni Pictet. Pada tahun 1874 ia belajar fisika dan kimia di universitas Genewa (sesuai tradisi keluarganya), namun 18 bulan kemudian, ia mulai belajar bahasa sansekerta di Berlin. Rupanya, Saussure semakin tertarik pada studi bahasa, maka pada 1876-1878 ia belajar bahasa di Leipzig; dan pada tahun 1878-1879 di Berlin. Di perguruan tinggi ini, ia belajar dari tokoh besar linguistik, yakni Brugmann dan Hübschmann.
 
Ketika masih mahasiswa, ia telah membaca karya ahli linguistik Amerika, William Dwight Whitney yang membahas tentang The Life and Growth of Language: and outline of Linguistic Science (1875); buku ini sangat mempengaruhi teori linguistiknya di kemudian hari. Pada tahun 1878, Saussure menulis buku penting dalam hidupnya yaitu Memoire-nya (Catatan Tentang Sistem Vokal Purba Dalam Bahasa-bahasa Indo-Eropa). Pada tahun 1880 ia mendapat gelar doktor (dengan prestasi gemilang: summa cum laude) dari universitas Leipzig dengan disertasi: De l’emploi du génetif absolu en sanscrit (Kasus Genetivus Dalam Bahasa Sansekerta) dan pada tahun yang sama, ia berangkat ke Paris.
 
Pada tahun 1881, dia menjadi dosen bahasa Sansekerta di salah satu universitas di Paris. Setelah lebih dari sepuluh tahun mengajar di Paris, ia dianugrahkan gelar profesor dalam bidang bahasa Sansekerta dan Indo-Eropa dari Universitas Genewa. Berkat ketekunannya mendalami struktur dan filsafat bahasa, Saussure didaulat sebagai bapak strukturalis. Dia dikenang atas buku Cours de Linguistique Générale yang disusun dari mata kuliah dan materi pelajarannya oleh beberapa muridnya dan diterbitkan pada tahun 1916.
 
Selain sebagai bapak strukturalisme, ia juga disebut sebagai bapak linguistik karena dia mengadakan perubahan besar-besaran di bidang lingustik. Ia yang pertama kali merumuskan secara sistematis cara menganalisa bahasa, yang juga dapat dipergunakan untuk menganalisa sistem tanda atau simbol dalam kehidupan masyarakat, dengan menggunakan analisis struktural. menurutnya linguistik adalah ilmu yang mandiri, karena bahan penelitiannya (bahasa) juga bersifat otonom. Dia mengatakan bahwa bahasa adalah sistem tanda yang paling lengkap.
 
Dia membuat rangkaian pandangan yang menjadi dasar strukturalisme dan semikotik, contohnya langue (sistem dari bahasa tertentu), parole (bahasa penutur bahasa tersebut) dan langage (kemampuan manusia untuk berbicara dan mengerti bahasa pada umumnya). Dia juga mencentuskan dimensi-dimensi sintagmatik dan paradigmatik dalam linguistik. Dia juga menyumbangkan pemahaman tentang pendekatan diakronik (pendekatan historis dalam mempelajari linguistik) dan sinkronis (pendekatan linguistik yang muncul dalam periode waktu tertentu). Dia juga menyatakan perbedaan antara signifiant dan signifie dalam ilmu semantik. Karena sumbangannya yang sangat bermakna ini, maka Saussure layak kita sebut bapak Strukturalisme.
 
Referensi
______________. 2009. Chomsky, (Avram) Noam. Microsoft Encarta 2009. Microsoft Corporation.
Postinus. Bahasa dalam Perspektif Ferdinand de Saussure. Dalam. http://postinus.wordpress.com/2008/03/16/bahasa-dalam-perspektif-ferdina...
Arif. Strukturalisme dan Implikasinya. Dalam staff.blog.ui.ac.id

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <p> <span> <div> <h1> <h2> <h3> <h4> <h5> <h6> <img> <map> <area> <hr> <br> <br /> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <table> <tr> <td> <em> <b> <u> <i> <strong> <del> <ins> <sub> <sup> <quote> <blockquote> <pre> <address> <code> <cite> <embed> <object> <param> <strike> <caption> <tbody>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
1 + 3 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.